Diprediksi Tidak Akan Bertahan Hidup, Kembar Siam Ini Punya Kekuatan Istimewa

Posted on

Saat dilahirkan, kembar siam Tatiana dan Krista Hogan diprediksi tidak akan bertahan hidup. Namun, siapa sangka, 11 tahun kemudian mereka masih bisa menikmati hidup mereka. Kembar siam yang kepalanya menyatu ini kini telah memasuki kelas enam di sekolah dasar. Keduanya suka bermain di luar, bermain video gim, dan menonton video lucu di internet.

Meski mereka masih bisa bebas beraktivitas, tubuh mereka tetap saja rapuh. Keduanya menderita diabetes tipe 1 dan epilepsi. Hari-hari yang mereka lalui melibatkan pil, tes darah, dan suntikan insulin.

Ada satu kelebihan kembar siam Hogan yang tak dimiliki orang lain. Keduanya bisa melihat apa yang dilihat oleh saudaranya meski salah satu dari mereka matanya tertutup. Begitupun dengan indra pengecapan mereka dan bahkan mereka bisa membaca pikiran satu sama lain.

Tak hanya si kembar bisa melihat melalui mata satu sama lain, mereka juga berbagi emosi dan merasakannya saat yang lain menyembunyikannya. Sementara masing-masing mengendalikan anggota tubuh mereka sendiri, keduanya memiliki kemampuan untuk mengendalikan kaki dan lengan saudaranya.

Kembar kraniopagus yang merupakan kembar dengan organ yang menyatu di kepala, hanya terjadi pada 1 dari 2,5 juta kelahiran. Kini setelah kedua gadis itu tumbuh, dokter bisa lebih memahami ikatan bersama mereka. Seiring bertambahnya usia anak-anak, para dokter bisa mengetahui sejauh mana hubungan kembar kraniopagus dengan meneliti keduanya.

Liputan 6